1.
Tes Logika Aritmatika
- Tes ini terdiri atas deret angka, yang diukur dalam tes ini
adalah kemampuan analisa anda dalam memahami pola-pola/kecenderungan
tertentu (dalam wujud deret angka) untuk kemudian memprediksikan hal-hal
lain berdasarkan pola tersebut. Tipsnya:
- Jangan terpaku pada deret hitung atau deret ukur
perhitungan matematika saja yaitu jangan terpaku pada 3 -4 angka
terdepan dalam deret namun adakalanya anda melihat deret secara
keseluruhan karena pola bisa berupa urutan, pengelompokan berurutan
maupun pengelompokan loncat.
- Ingat keterbatasan waktu. Jangan terlalu asyik dan
terpaku hanya pada sebuah soal yang penasaran ingin anda pecahkan,
lompati ke soal berikutnya karena terkadang soal di bawahnya lebih mudah
dipecahkan dibandingkan soal sebelumnya.
Anda bisa melatih kemampuan anda ini dari buku-buku tes UMPTN/SPMB untuk materi deret hitung/deret ukur. Contoh:
16 8 4 2 1 1/2 … …
Pola jawabannya: Setiap angka dikali 1/2 maka lanjutan dari deret tersebut : 1/4 1/8 ... ...
45 15 18 6 9 3 … …
Pola jawabannya:
n:3 n+3 n:3 n+3 ... ....
2.
Tes Logika Penalaran
Tes ini terdiri atas deret gambar baik 2 maupun 3 dimensi. Penilaian
yang di ukur dalam tes ini adalah kemapuan anda dalam memahami
pola-pola/kecenderungan tertentu (berbentuk gambar) dengan melakukan
prediksi berdasarkan pola gambar tersebut:
Tipsnya: konsetrasi, hati-hati dan teliti. Karena bentuk-bentuk yang ditawarkan hampir serupa walau tak sama.
Contoh soalnya seperti screnshot dibawah ini :
3.
Tes Analog Verbal (
Analog Verbal Test)
Tes ini biasanya terdiri atas 40 soal yang berisi sinonim/antonim/analog
suatu kata. Sistem penilaian dalam tes ini adalah kemampuan logika anda
terhadap sebuah kondisi, untuk melihat sejauh mana anda memahami
sebab-akibat suatu permasalahan.
Tipsnya: Apabila anda bermasalah dengan konsentrasi dan logika, anda
bisa mem-bypass-nya dengan menghafal soal dan jawaban. Karena beberapa
kali penulis menghadapi tes in, soal yang diberikan relatif sama.
Contoh soal tes analog verbal:
boncel ><......
a. lugu d.besar
b. aneh e. kecil
c. bagus
Pola menjawab soal tes analog verbar seperti berikut ini:
boncel = kecil
jadi, antonim dari kecil adalah besar
4.
Test Kraepelin/Pauli
Tes ini terdiri atas gugusan angka-angka yang tersusun secara membujur
(atas-bawah) dalam bentuk lajur-lajur. Calon pegawai atau karyawan
diminta untuk menjumlahkan dua angka yang berdekatan dalam waktu
tertentu di setiap kolom dan menuliskan disampingnya. Yang dinilai dalam
tes ini adalah konsistensi, ketahanan, sikap terhadap tekanan,
kemampuan daya penyesuaian diri, ketelitian sekaligus kecepatan dalam
mengerjakan suatu pekerjaan.
Tipsnya :
- Jangan sekalipun menggunakan pensil mekanis dalam tes ini
melainkan pensil biasa atau pulpen saja, karena tes ini sangat terikat
dengan waktu. Pensil mekanis membutuhkan di-reload ketika ujung
granitnya habis, mekanisme ini membutuhkan waktu sekitar 0.5-1 detik.
Apabila anda melakukan reload dalam 10 lajur berarti anda telah
kehilangan waktu 5-10 detik.
- Usahakan jumlah angka yang dijumlahkan di
masing-masing kolom stabil. Hasilnya akan lebih baik jika dibandingkan
anda memaksakan diri di awal tes namun tergopoh-gopoh di pertengahan dan
akhir tes. Kendalikan diri anda untuk menghemat tenaga.
- Jangan sekalipun melakukan cheating terhadap waktu
maupun hasil penjumlahan. Hal ini akan merugikan anda sendiri karena
justru untuk cheating anda akan membutuhkan waktu sekian detik untuk
memutuskan dan itu berarti justru membuang waktu dan memubuat grafik
penjumlahan anda tidak alami.
- Pusatkanlah fokus pikiran Anda dalam mengerjakan
test ini, jangan memikirkan hal-hal lain seperti kejadian menggelikkan
tadi malam bersama kekasih Anda :D. Karena jika sedikit saja Anda lari
dari fokus Anda, hal ini akan mengganggu konsentrasi, sehingga dapat
melambatkan pengisian angka dalam test.
Contoh tes kraepelin/pauli dapat Anda lihat seperti screnshot di bawah ini:
Karena pembahasan mengenai tips lulus dan contoh soal psikotes ini masih
panjang, yang tidak memungkin bagi saya memposting secara keseluruhan
pada postingan ini, maka saya membaginya dalam 3 bagian. Untuk itu saya
menganjurkan kepada Anda agar membaca seri berikutnaya. Karna didalam
seri berikutnya masih ada soal-soal psikotes yang sering keluar ketika
Anda nantinya menghadapi ujian psikotes pada perusahaan yang Anda lamar.